Bersanding dan Bercengkrama dengan Bidadari

|
Pengembala
Bersanding dan Bercengkrama dengan Bidadari - Ketika tentara islam yang dipimpin langsung oleh asullullah mengepubg benteng Khubar, beliau bertemu dengan seorang pengembala kambing. Pengembala itu bernama Aswad ar-Ra'i, yang mengembalakan kambing milik orang Yahudi. Aswad ar-Ra'i sudah sedikit mengenal islam, namun ia belum menjalankan shalat.

"Ya Rasullullah, berilah pengertian padaku tentang islam," kata Aswad sambil mendekati Rasullullah.

Rasullullah kemudian memberi pengertian tentang islam dan beberapa ajarannya kepada Aswad, hingga pengembala itu membaca syahadat. Maka masuklah Aswad ke dalam agama islam dan bergabung dengan tentara muslim untuk mengepung benteng khubar.

Tetapi, dalam diri Aswad ada ganjalan dan kegalauan dalam pikirannya, karena kambing-kambing yang digembalakannya itu adalah milik orang Yahudi. Dan tuannya itu berada di dalam benteng khubar.

"Apa yang harus saya lakukan, Rasullullah? kambing-kambing ini merupakan amanat dan menjadi tanggung jawab saya," kata Aswad.

"Kembalikan kepada orang yang berhak," jawab Rasullullah.

"Kalau aku mengembalikan kambing-kambing ini kepada pemiliknya yang berada didalam benteng itu, pasti aku akan dicambuknya."

"Cambuk kambing itu dari sini, mereka pasti akan lari dan kembali ke kandang pemiliknya."

Benar juga apa yang disarankan Rasullullah. Setelah Aswad mencambuk kambing-kambing itu , mereka lari dan kembali ke dalam benteng tempat pemiliknya berada.

Aswad ar-Ra'i yang telah bergabung dengan tentara islam kemudian menembus benteng khubar. Dalam penyerbuan itu, Aswad terbunuh akibat lemparan batu besar musuh. Padahal, Aswad belum pernah melakukan shalat sama sekali.

Jenazah para tentara muslim yang gugur dalam penyerbuan itu disemayamkan di belakang barisan Rasullallah dengan ditutupi selimut, termasuk juga jenazah Aswad.

Rasullullah menolehkan andangan ke arah jenazah bersama dengan para sahabat yang lain. Tetapi beliau cepat-cepat melemparkan pandangannya ke arah lain.

"Ya Rasullulah, mengapa Anda membuang muka, melempar pandangan ke tempat lain?" tanya salah seorang sahabat.

"Kulihat Aswad sedang duduk bersanding dan bercengkrama dengan seorang bidadari yang menjadi istrinya," jawab Rasullullah.

Sekian

Baca juga Prasangka Buruk dan Kisah yang lainnya.



6 komentar:

Razif Mokji said...

menarik untuk dikongsikan dan boleh dijadikan cerita baik untuk anak2 ...

Harmansyah said...

@Razif, Iya sobat semoga bermanfaat thanks

Rizky Masdila Ananda Erim said...

nice story

Harmansyah said...

@Rizky, Thanks

pasar herbal said...

ini kisah yang menakjubkan....orang yang beramal sedikit tetapi mempunyai pahala yang besar yaitu syahid fie sabilillah...

Harmansyah said...

@pasar herbal, iya sobat memang sangat menakjubkan thanks

Post a Comment

Silahkan Anda Berkomentar Dengan Tidak Melakukan Spam dan Tunggu Komentar Saya diBlog Anda, Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...