Jangan Mudah Menuduh

|
Jangan Mudah Menuduh - Suatu hari Abi Bakrah sedang duduk ditemani Nafi' bin Kaidah, Syabi bin Mu'bad, dan Ziyad. Mereka minum-minum diruang tamu.

Tiba-tiba berhembus angin kencang hingga jendela rumah terbuka. Ketika Abi Bakrah berdiri untuk menutp jendela itu kembali, ia melihat Mughirah sedang menindih seorang wanita. Rumah Mughirah bin Syu'bah memang saling berhadapan dengan rumah Abi Bakrah.

"Berdiri kawan-kawan, lihat dan perhatikan apa yang terjadi di sana," kata Abi Bakrah memanggil teman-temannya.

"Siapa wanita itu?" tanya salah seorang diantara mereka.

"Ummu Jamil bin Arqam," jawab Abi Bakrah.

Mughirah bin Syu'bah termasuk orang terpandang di Basyrah. Ummu Jamil dan orang-orang terpandang lainnya memang sering sering berkunjung kerumah Mughirah. Dengan kejadian yang dilihat Abi Bakrah dan kawan-kawannya itu, mereka telah dianggapnya telah melakukan perbuatan zina.

Ketika Mughirah akan pergi mengimami shalat seperti biasanya, Abi Bakrah mencegatnya.

"Mulai sekarang, Anda jangan menjadi imam shalat kami lagi," kata Abi Bakrah.

Dan kelanjutannya, Abi Bakrah dan kawan-kawannya mengadukan Mughirah kepada Khaliah Umar bin Khatthab. Sebagai jawabannya, Khalifah mengutus Abu Musa Al Asy'ari ke Basyrah memanggil Mughirah.

Kemudian Mughirah disidang oleh Khalifah Umar.
"Wahai Amirul Mukminin. Tanyakan kepada mereka yang mengadukan diriku, bagaimana mereka mengenali wanita itu. Ketika mereka melihatku menindih wanita itu, bagaimana posisi mereka. Aku menghadap atau membelakangi mereka? Bila waktu itu aku membelakangi mereka. Bila waktu itu mereka didepanku, mengapa aku tidak menutup diriku. Bila aku membelakangi mereka, dengan dalil apa mereka melihat istriku?" kata Mughirah.

"Lalu siapa wanita itu," tanya Khalifah Umar.

"Demi Allah, aku tidak pernah menyetubuhi wanita lain kecuali istriku sendiri. Dan istriku memang mirip dengan Ummu Jamil," jawab Mughirah.

"Bagaimana Abi Bakrah?" tanya Khalifah lagi.

"Dia mwembelakangi kami."

"Bagaimanaengkau memastikan bahwa wanita itu adalah Ummu Jamil?"

"Ketika itu dia mendogakkan kepalanya."

Usai mendengar keterangan terdakwa Mughirah dan saksi Abi Bakrah, Khalifah Umar ganti bertanya kepada Syibl dan Nai'. Keduanya sama-sama memberi kesaksian seperti Abi Bakrah. Tinggal satu saksi yang ditanya Khalifah Umar, yakni Ziyad.

"Katakan apa yang kau lihat ketika itu Ziyad?" tanya Khalifah Umar.

"Aku melihat Mughirah duduk diam di antara dua paha seorang wanita. Kedua kakinya bergerak tanpa selembar kain.

"Apakah engkau mengenali wanita itu?"

"Tidak. Tapi yang kulihat seorang wanita yang mirip dengan Ummi Jamil."

"Cukup. Minggirlah," pinta Khalifah Umar kepada Ziyad.

Kemudian Khalifah memerintahkan untuk menghukum cambuk kepada Abi Bakrahm Nafi', dan Syibl. Tuduhan dan kesaksian mereka dianggap lemah dan tidak bisa diterima.

Pertama, mustahil seorang gubernur di jaman pemerintahan Khalifah Umar bin Khatthab sampai berani melakukan perbuatan tak senonoh seperti itu dirumahnya sendiri yang ada istrinya yang sah.

Kedua, hasil pembuktian lain, istri Mughirah memang mirip dengan Ummu Jamil.

Ketiga, Kesaksian mereka tidak bisa diterima karena mereka melihat keduanya dalam posisi membelakangi mereka.

Kesimpulan Khalifah Umar, tuduhan Abi Bakrah dan kawan-kawannya terhadap Mughirah hanyalah prasangka buruk. Karena itu, Khalifah bukan hanya membebaskan Mughirah dari ancaman hukum rajam akibat tuduhan perzinaan, tetapi juga menghukum Abi Bakrah, Nafi' dan Syibl dengan hukuman cambuk. Ini sesuai dengan firman Allah dalam surat An Nuur 13 yang artinya demikian :

"Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangi empat saksi atas berita bohong itu? Karena itu mereka tidak mendatangkan saksi-saksi, maka disisi Allah mereka termask orang-orang yang dusta."

Sekian semoga dengan menyimak kisah cerita ini, Anda bisa mengambil suatu pelajaran penting tentang jangan mudah menuduh orang lain. Jadi Anda harus berpikir seribu kali untuk melakukannya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak baik seperti fitnah.




11 komentar:

Nur Aiydha said...

wah, menuduh itu sma aja dengan fitnah.. bahaya..:D
nice artikel..

Michael said...

Hey man, may I suggest that you put a language translator so I can understand your post a bit. Thanks for visiting my blog and have fun this April!

Harmansyah said...

@Nur Aiydha, iya dha so jgn mudah menuduh ya thank

@Michael, yes now i plug my blog, thanks for the suggestion

Nur Aiydha said...

ok, sama-sama.. hhehe

ivan lionel andreas said...

nice post Gan..
thumbs up.. (y)

:)
mampir di gubug saya ya...
sya tunggu comeng + follow nya...
thanks... :)

Master Software Mobile said...

Blogwaliking di blog sobat

Harmansyah said...

@Ivan, Okey ditunggu thanks

Harmansyah said...

@Master, Thanks

ivan lionel andreas said...

Hadir Gan...

pesanan datang...
hhehe,

lina@women's perspectives said...

Kisah yang sangat bermakna. Kita harus hati2 sebelum berkata, apalagi hendak menuduh...

Harmansyah said...

@lina, Iya benar kata mba lina, thanks

Post a Comment

Silahkan Anda Berkomentar Dengan Tidak Melakukan Spam dan Tunggu Komentar Saya diBlog Anda, Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...