Dongeng | Selimut Kunang-Kunang

|
Rus dan Peri Kunang
Rus, anak laki-laki berumur delapan tahun yang nakal, sangat jahil dan banyak tingkah. Ada-ada saja ulahnya yang membuat orang-orang berteriak marah atau jengkel.
Namun hari ini Rus sangat heran. Karena tidak ada seorang pun yang memperdulikan kebandelannya. Padahal dia baru saja mencat anak sapi milik pak Todi dengan warna hijau. Tapi pak Todi diam saja dengan wajah murung. Tidak membentak Rus. Ketika Rus main perahu-perahuan dengan sandal bu Liya yang besar, wanita gemuk itu juga tidak memarahi Rus. Bu Liya hanya melirik Rus dengan raut wajah sedih.
Ada apa ya? Kenapa orang-orang terlihat murung dan sedih? Rus bingung. Akhirnya Rus bosan berbuat nakal dan jahil karena tidak ada yang memperdulikannya. Rus jadi penasaran.
"Apa yang terjadi, Pak Koko? Kenapa orang-orang terlihat sedih?" tanya Rus pada pak Koko, tukang pedati.
"Ya, orang-orang diseluruh negeri sedang berduka. Putri Marya telah diculik Raja Penyihir Umbu. Tidak ada yang dapat membebaskan Putri Marya. Raja penyihir Umbu tidak terkalahkan. Pasukan kerajaan yang diutus Raja belum kembali juga," jelas pak Koko sedih.
Rus terdiam sebentar. Rus tahu Putri Marya sangat disayangi rakyat seleuruh negeri. Putri Marya sangat cantik jelita dan baik hati. Rus menjadi marah kepada raja penyihir Umbu.
"Aku akan membebaskan putri Marya. Jangan khawatir!" ucap Rus yakin. Pak Koko malah tertawa, meremehkan Rus.
"Anak nakal seperti kamu, apa yang dapat kamu lakukan?" tanya pak Koko.
"Nanti aku pikirkan. Aku akan membebaskan putri Marya!"
Orang-orang yang mendengar ucapan Rus hanya mendengus kesal. Para kesatria kerajaan saja tidak bisa membebaskan putri Marya. Apalagi Rus. Anak kecil yang suka jahil dan berbuat nakal.
Namun tidak ada yang tahu, diam-diam Rus menemui Lilip, peri kunang-kunang sahabatnya. Lilip pernah diselamatkan Rus ketika terjerat sarang laba-laba raksasa. Seluruh tubuh Lilip berwarna kuning kehijauan. Bila malam, seluruh tubuh Lilip bercahaya berkelap-kelip.
"Aku ingin membebaskan putri Marya. Tapi aku tidak tahu di mana tempat persembunyian raja penyihir Umbu," keluh Rus murung.
"Aku tahu. Istana pualam Raja Penyihir Umbu ada di lembah Bunga Seribu Warna," kata Lilip dengan mata berbinar.
"Bagaimana kamu tahu? tanya Rus.
"Aku sudah menanyakannya pada tabib Tenung. Putri Marya disekap di menara Kaca yang tingginya sampai ke awan."
"Bagaimana caranya kita dapat ke sana?" tanya Rus putus asa.
"Aku akan meminjam selimut kunang-kunang pada ratu Cahaya Damai!" kata Lilip mantap. Ratu Cahaya Damai adalah ratu para peri kunang-kunang.
Malam harinya, Rus berjanji untuk bertemu Lilip lagi. Tak lama kemudian Lilip datang membawa sebuah selimut aneh yang berwarna kusam. Ternyata selimut itu disulam dari ribuan sayap kunang-kunang.
"Aku tidak jadi meminjamnya dari ratu. Ratu tidak akan mengijinkannya. Aku terpaksa mengambilnya ketika peri kunang penjahit sedang lengah. Ada bagian yang sobek pada selimut ini," jelas Lilip.
"Terima kasih, Lilip. Kamu mau membantu aku," kata Rus.
"Kita harus saling membantu. Kau kan pernah menyelamatkian aku. Ayo, tutupi tubuhmu dengan selimut kunang-kunang ini. Kita harus segera membebaskan putri Marya!"
Rus menuruti kata-kata Lilip. Dia menutupi tubuhnya dengan selimut kunang-kunang. Tiba-yiba ribuan cahaya berkelap-kelip menyelubungi tubuh Rus. Rus berubah menjadi cahaya. Kemudian melesat ke langit tinggi. Menuju menara Kaca tempat putri Marya disekap. Lilip sebagai penunjuk jalannya. Kemudian mereka sampai di menara Kaca. Putri Marya terkejut dengan kedatangan mereka. Rus membuka selimut kunang-kunang yang menyelubunginya. Selimut itu berubah menjadi selimut biasa kembali.
"Putri Marya, aku Rus, kita harus segera meninggalkan tempat ini," seru Rus.
"Tapi bagaimana denga tawanan yang lain?" tanya putri Marya.
"Mereka telah disihir menhadi bunga-bunga yang memenuhi seluruh lembah Bunga Seribu Warna. Aku pun akan disihir menjadi bunga emas!"
"Kalian tidak bisa meninggalkan tempat ini!" tiba-tiba raja penyihir Umbu datang dengan suara marah. Wajahnya yang tampan menjadi merah. Dia bersiap menyihir Rus. Tiba-tiba Lilip melihat kalung bola kristal menyembul didada raja penyihir Umbu. Lilip segera menyambar bola kristal itu dan membantingnya sampai pecah, itu adalah kelemahan raja penyihir UMbu.
Rus segera menyelubungi tubuhnya dan putri Marya dengan selimut kunang-kunang. Tubuh mereka berubah menjadi cahaya. Tapi raja penyihir Umbu berhasil menarik ujung selimut kunang-kunang. Rus menyentaknya. Kreeeek! terdengar bunyi sobek. Tapi Rus berhasil lepas dan melesat ke langit bebas bersama putri Marya.
Sihir raja penyihir Umbu punah. Dia tidak berdaya lagi. Orang-orang yang disihirnya menjadi bunga berubah kembali menjadi manusia. Penduduk negeri menyambut gembira kembalinya putri Marya. Raja mengadakan pesta untuk Rus dan Lilip.
"Anak nakal, kalian harus tetap mendapat hukuman dariku. Mengambil selimut kunang-kunang tanpa izin. Kalian harus membantuku menambal pakaian dan memasang kancing selama sebulan penuh!" omel peri kunang penjahit. Rus dan Lilip hanya bisa tersenyum kecut.
Hmmm, dengan sibuk bekerja mudah-mudahan Rus tidak sempat berbuat jahil lagi.

Sekian dongeng Selimut Kunang-kunang. Semoga bisa menghantarkan tidur buah hati Anda ke alam mimpi dan mungkin ada pelajaran baik yang bisa Anda ambil untuk buah hati Anda. Semoga bermanfaat.
Baca juga Cecil Si Naga Pemalas, semoga Anda senang dengan dongengnya Happy blogging.


5 komentar:

the-netwerk said...

bagus dongengnya

hajarabis said...

i love ur post, keep share^^
mampir balik ke website kami yaa...
berbagi pada sesama dengan mengunjungi http://hapeduli.hajarabis.com/

Harmansyah said...

@the-netwerk, Thanks

@hajarabis, Okey ditunggu thanks

Nur Aiydha said...

ada dongeng lagi nih.. :D

Anthy Fhany said...

bisa jd panutan klw anak nakal dicuekin aja

Post a Comment

Silahkan Anda Berkomentar Dengan Tidak Melakukan Spam dan Tunggu Komentar Saya diBlog Anda, Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...